[Salatiga], 6 Agustus 2026 — Hasil budidaya ikan nila di sejumlah RW Kelurahan Tingkir Tengah, Kota Salatiga, terbilang melimpah. Sayangnya, selama ini warga hanya menjual hasil budidaya tersebut dalam kondisi mentah atau menjadi produk setengah jadi. Minimnya pengetahuan tentang cara mengolah ikan nila menjadi produk olahan yang lebih menarik membuat nilai jual hasil perikanan warga cenderung belum optimal. Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN-T 96 Universitas Diponegoro di bawah bimbingan Dosen Muhammad Hauzan Arifin, S.Pi., M.Pi., menggelar rangkaian kegiatan pendampingan pengolahan ikan nila menjadi produk pangan bernilai tambah di Aula Kelurahan Tingkir Tengah pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta perwakilan ibu-ibu Kelurahan Tingkir Tengah dengan rangkaian acara yang mencakup proses produksi, pengemasan, hingga legalitas usaha.
Kegiatan pertama diisi pemaparan demonstrasi pembuatan nugget berbahan dasar ikan nila yang dibawakan oleh Mohammad Rahman Tri Nugroho Putra, mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Demonstrasi yang dilakukan berupa penepungan dan penggorengan diselingi dengan sejumlah tips pengolahan, seperti menambahkan air es agar tekstur nugget tetap kenyal. Hasil demonstrasi yang telah matang kemudian dibagikan kepada peserta sebagai tester. Kegiatan dilanjutkan oleh Pandu Bayu Aji, mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, melalui demonstrasi teknik pengemasan vakum pada produk nugget ikan nila. Ia menjelaskan bahwa pengemasan vakum tidak hanya membantu menjaga higienitas produk, tetapi juga memperpanjang masa simpannya, baik saat disimpan di lemari es maupun freezer.
Sebagai penutup, Irma Maya Nurvita, mahasiswa Fakultas Hukum, turut membawakan materi mengenai legalitas usaha pangan skala rumah tangga. Ia memaparkan tiga legalitas utama yang perlu dimiliki pelaku usaha, yakni Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), dan sertifikasi halal self-declare. Ketiga legalitas tersebut menjadi aspek penting agar produk olahan warga, seperti nugget ikan nila, dapat dipasarkan secara resmi sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.
“Nuggetnya enak, ilmunya juga bermanfaat. Semoga ke depannya warga bisa mencontoh dan benar-benar membuka usaha dari olahan nugget ini,” ujar Lurah Tingkir Tengah, Titin Eka Novia, S.E., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals(SDGs) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui kegiatan pengolahan, pengemasan, dan sosialisasi legalitas usaha, mahasiswa KKN Tematik 96 Tingkir Tengah berharap warga tidak hanya mampu menghasilkan produk pangan yang berkualitas, tetapi juga memahami tahapan pengembangan usaha secara berkelanjutan.

