KABUPATEN SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 97 Universitas Diponegoro di bawah bimbingan Bapak Slamet Suharto, S.Pi., M.Si. Selaku dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan melaksanakan program kerja Multidisiplin 1 bertajuk”DEMIKAN Hebat Lawan Stunting” pada Sabtu (1/8/2026) di SD Unggulan Edi Mancoro, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang,Kabupaten Semarang. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada siswa mengenai pentingnya konsumsi ikan bagipertumbuhan dan kesehatan anak, sekaligus upaya mendukung pencegahan stunting sejak usia dini.

Kegiatan dikemas dalam bentuk fun education yang interaktif dan menyesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar agar materi dapat diterima dengan mudah dan menyenangkan. Materi yang disampaikan meliputi manfaat mengonsumsi ikan, kandungangizi ikan, serta peran ikan sebagai sumber protein dalam mendukung pertumbuhan anak dan membantu mencegah stunting. Selain pemberian edukasi, mahasiswa juga memperkenalkan diversifikasi produk hasil perikanan kepada siswa berupa olahanberbahan dasar surimi, di antaranya bakso ikan. Surimi merupakan daging ikan putih yang telah dipisahkan dari tulang dan kulit, kemudian dihaluskan menjadi pasta ikan, dan lazim digunakan sebagai bahan baku berbagai produk olahan perikanan. Siswa turut diberikan edukasi mengenai metode pengemasan vakum sebagai salah satu cara menjaga mutu produk perikanan.

Kegiatan dilengkapi dengan pembagian makanan secara gratis kepada siswa berupa berbagai olahan berbahan dasar surimi. Siswadiberi kesempatan untuk mencicipi secara langsung olahan tersebut dalam bentuk hidangan sop, sehingga kegiatan edukasi tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Kegiatan tersebut juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Zero Hunger,melalui pengenalan dan pemberian pangan sebagai bagian dari upaya mendukung akses terhadap makanan yang bergizi. Selain itu, edukasi mengenai pemanfaatan surimi sebagai bahan pangan turut mendukung SDG 3: Good Health and Well-being, dengan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pilihan pangan yang dapat menjadi bagian dari pola konsumsi yang lebih beragam dan bergizi. Dari sisi pendidikan, kegiatan ini selaras dengan SDG 4: Quality Education, karena memberikan pembelajaran yang interaktif melalui kombinasi penyampaian materi dan praktik mencicipi produk secara langsung. Dengan demikian, kegiatan tidakhanya memberikan manfaat berupa pengetahuan, tetapi juga pengalaman dan pemahaman praktis kepada siswa mengenai pemanfaatan sumber pangan secara kreatif dan bernilai gizi.

Selama pelaksanaan, ditemukan beberapa siswa yang memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu sehingga tidak dapat mengonsumsi produk yang telah disediakan. Kondisi tersebut ditangani dengan menyediakan alternatif makanan berupa bakso sapi, sehingga seluruh siswa tetap dapat menikmati hidangan yang diberikan tanpa mengganggu keberlangsungan kegiatan. Program DEMIKAN Hebat Lawan Stunting terlaksana dengan lancar dan sesuai sasaran. Siswa menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung serta memberikan respons positif terhadap berbagai olahan surimi yang dibagikan. Melalui program ini, mahasiswa KKN-T 97 UNDIP mendorong siswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh denganmeningkatkan kebiasaan mengonsumsi ikan dalam kehidupan sehari-hari, serta menyampaikan kembali pengetahuan tersebut kepada keluarga di rumah.