Salatiga, 6 Agustus 2026 — Potensi usaha masyarakat di Kelurahan Tingkir Tengah, Kota Salatiga, tidak hanya terlihat dari beragamnya produk lokal yang dihasilkan, tetapi juga dari aktivitas ekonomi yang berkembang di sekitar kawasan Bendungan Si Pleret. Namun, pengembangan usaha masih menghadapi tantangan dari sisi pemasaran dan pengelolaan keuangan. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN-T 96 Universitas Diponegoro di bawah arahan dan bimbingan Dosen Teknologi Hasil Perikanan, Muhammad Hauzan Arifin, S.Pi., M.Si., mengembangkan dua program yang saling melengkapi, yaitu digitalisasi produk UMKM melalui website Bendungan Si Pleret dan edukasi pencatatan keuangan melalui CATATKAN (Catat Ikan, Tumbuh Bersama). Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Program digitalisasi dilaksanakan oleh Yasmin Dini Akmila Putri, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik melalui pengembangan fitur UMKM pada website resmi Bendungan Si Pleret (bendungansipleret.com). Sebelum pengembangan dilakukan, Yasmin melaksanakan observasi lapangan, pemetaan lokasi, serta wawancara bersama pihak UMKM RW 04 Dusun Payaman untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi produk lokal. Fitur yang dikembangkan memuat informasi berupa foto produk, deskripsi, kategori, harga, serta kontak pelaku usaha yang terhubung langsung dengan WhatsApp. Kehadiran fitur tersebut memberikan ruang promosi terpusat agar produk lokal lebih mudah ditemukan oleh masyarakat dan calon konsumen.
Sementara itu, dari sisi pengelolaan usaha, Callysta Alya Davina, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, melaksanakan program CATATKAN berupa edukasi pencatatan keuangan sederhana bagi ibu-ibu PKK Kelurahan Tingkir Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Kelurahan Tingkir Tengah pada Kamis (6/8/2026) tersebut diikuti oleh 12 ibu-ibu PKK perwakilan RW 1 hingga RW 11 serta beberapa perangkat kelurahan. Beberapa peserta juga merupakan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan budidaya ikan.
Kegiatan CATATKAN diawali dengan penyampaian materi pencatatan pemasukan dan pengeluaran usaha, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Harga Pokok Produksi (HPP) melalui contoh usaha Odeng Ikan Nila. Setelah itu, peserta diperkenalkan dengan Buku Kas CATATKAN dan langsung mempraktikkan pencatatan transaksi sederhana. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mencoba mengisi buku kas secara langsung. Setiap peserta juga memperoleh modul panduan pencatatan keuangan sederhana dan buku kas fisik berformat siap pakai untuk digunakan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Melalui kedua program tersebut, mahasiswa KKN-T 96 Universitas Diponegoro berupaya mendukung pengembangan UMKM di Kelurahan Tingkir Tengah melalui pendekatan yang saling melengkapi. Digitalisasi membantu memperluas akses promosi produk lokal, sementara edukasi pencatatan keuangan memberikan bekal bagi masyarakat untuk memahami dan mengelola kegiatan usahanya secara lebih terstruktur. Dengan demikian, penguatan ekonomi masyarakat tidak hanya diarahkan pada bagaimana produk lebih dikenal, tetapi juga bagaimana usaha tersebut dapat dikelola dengan lebih baik.

