Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (FPIK UNDIP), kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tim pengabdian yang terdiri atas Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D., Ahmad Suhaeli Fahmi, S.Pi., M.Sc., Apri Dwi Anggo, S.Pi., M.Sc., dan Ulfah Amalia, S.Pi., M.Si., Ph.D. menyelenggarakan dua program pengabdian yang didanai melalui skema Hibah Mandiri dan Hibah Fakultas. Kedua kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan nilai tambah sumber daya lokal serta pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengolahan hasil perikanan dan pemanfaatan potensi pesisir.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada 6 Mei 2026 di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dengan judul “Pelatihan Pembuatan Produk Olahan Perikanan untuk Usaha Perikanan Skala Mikro Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.” Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat mengenai pengolahan ikan bandeng menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Pembuatan Produk Olahan Bandeng

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan teknik pengolahan ikan bandeng menjadi produk seperti bandeng cabut duri, bandeng presto, serta dimsum ikan bandeng. Selain mendapatkan penjelasan mengenai proses pengolahan yang baik, peserta juga memperoleh wawasan mengenai peluang usaha dan strategi peningkatan nilai jual produk perikanan.

Tim pengabdian menjelaskan bahwa ikan bandeng yang dijual dalam kondisi segar memiliki nilai ekonomi yang relatif terbatas. Namun, melalui proses pengolahan yang tepat, produk yang dihasilkan dapat memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi. Produk olahan seperti bandeng cabut duri dan bandeng presto memiliki daya tarik yang lebih besar bagi konsumen karena lebih praktis dan siap dikonsumsi. Bahkan, nilai jual produk dapat meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan ikan bandeng segar.

Antusiasime Peserta pada Pembuatan Produk Olahan Bandeng

Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjual hasil perikanan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan usaha berbasis produk olahan yang memiliki nilai tambah. Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan pelaku usaha perikanan skala mikro dapat meningkat melalui diversifikasi produk yang lebih inovatif dan berdaya saing.

Sementara itu, kegiatan pengabdian kedua dilaksanakan pada 29 Mei 2026 di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dengan judul “Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Tanggultlare, Kedung Jepara dalam Pengelolaan Pascapanen Mangrove Menjadi Komoditas Unggulan Desa.”

Foto Bersama Peserta Kegiatan Pengelolaan Mangrove

Kegiatan ini menyasar masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berada di kawasan pesisir Pantai Ujung Piring, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Tim pengabdian memberikan edukasi mengenai pemanfaatan buah mangrove yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal meskipun tersedia dalam jumlah melimpah di kawasan pesisir.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada inovasi pemanfaatan buah mangrove sebagai bahan campuran atau pengisi kopi bubuk. Inovasi ini dikembangkan karena beberapa spesies mangrove memiliki karakteristik tekstur buah yang keras serta cita rasa pahit akibat kandungan senyawa tanin yang menyerupai karakteristik kopi.

Selain memberikan pemahaman mengenai potensi ekonomi buah mangrove, tim pengabdian juga menjelaskan pentingnya penanganan pascapanen yang tepat. Salah satu tahapan yang menjadi perhatian adalah proses awal pengolahan buah mangrove untuk mengurangi kandungan tanin sehingga menghasilkan produk yang lebih aman dan dapat diterima oleh konsumen.

Tim pengabdian menekankan bahwa pengembangan produk berbasis mangrove tidak hanya berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat, tetapi juga dapat mendukung pengembangan wisata berbasis potensi lokal di kawasan pesisir Jepara. Dengan adanya produk khas berbahan baku mangrove, masyarakat memiliki peluang untuk menciptakan komoditas unggulan desa yang bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas kawasan wisata setempat.

Dokumentasi Kegiatan Pengelolaan Mangrove

Melalui kedua kegiatan tersebut, dosen THP FPIK UNDIP berupaya menghadirkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah sumber daya lokal, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi perikanan dan pesisir secara optimal.

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK UNDIP dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi, sejalan dengan semangat “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat.”